Pagi ini Senin, 8 Juli 2012, Gempa menyapa wilayah Jember dan sekitarnya. Tidak hanya di Jember saja sepertinya, tapi di Malang dan mungkin di beberapa titik lainnya juga. Pagi tadi aku masih ada di kampus. Heheee sebenarnya sudah libur, tapi aku sedang mengikuti Semester Pendek. Jadi tadi aku dan ke-11 temanku sedang berada di Ruang Kuliah 2 di lantai dua. Awalnya kami sedang asyik ngobrol ngalor ngidul sambil nunggu dosen datang, tetapi tiba-tiba bumi berguncang. Kursi yang kami duduki rasanya seperti ada yang menggoyang-goyangkan. Salah satu dari kami nyeletuk,
"Rek, gempa yo Rek?"
"Iyo Rek, gempa Rek."
"Rek, Rek (sambil ketakutan), Metu gak iki (keluar nggak, ini)?"
dan akhirnya serentak tanpa dikomando, kami semua berhamburan lari-lari keluar. Ternyata teman-teman kami yang berada di Ruang Kuliah 1 pun begitu. Namun ternyata setelah kami keluar, gempa sudah berhenti. Alhamdulillah.. Akhirnya kami semua kembali ke ruang kuliah. Semua dari kami merasa lega karena sebelumnya pada khawatir semua. Tapi ada satu di antara kami yang nyeletuk, "Halaaah alay arek-arek iki. Mek ngono ae lho." (Halah, alay anak-anak ini. Cuman gitu aja lho)
Waah, aku semacam gimana gitu dengernya. Ampuni temanku, Rabbi.. Ampuni kami.. Dia merasa pernah merasakan gempa Jogja yang lebih dahsyat dari gempa tadi, sehingga dia merasa tidak kaget akan adanya 'gempa kecil' tadi. Ah, ampuni kami Rabbi.. Sungguh kami hanya manusia biasa.
Ketika datang gempa tadi, terbersit dalam pikiranku perasaan menyesal. Menyesal akan begitu banyak waktu yang sudah aku buang sia-sia. Begitu banyak waktu yang sudah aku lewatkan dengan percuma. Menyesal ketika baru menyadari bahwa sekian banyak waktu yang tersiakan itu tak akan pernah kembali kepadaku. Betapa aku tidak tahu harus kemana aku berlari ketika gempa yang mungkin memang masih tidak ada apa-apanya dengan gempa Aceh tadi menimpaku. Entah, aku seperti takut akan datangnya kiamat. Atau jika tidak kiamat, aku takut hidupku akan berakhir pada saat itu juga. Sungguh, saat itu bahkan aku tidak sedang berada di tengah-tengah keluargaku. Aku belum meminta maaf kepada kedua orang tua dan seluruh handai taulanku.. Aku.. Aku masih belum siap.. Aku masih belum siap menghadap Rabbku dengan begitu banyak dosa yang ada di mataku, tanganku, kakiku, mulutku, hatiku, semuanya.. ="''''
Mohon ampun atas semua dosa-dosa kami, Rabbi.. Mohon ampun atas begitu banyak waktu yang tersiakan karena kemalasan ini. Ampuni kami Rabbi, sungguh hanya Engkau Sang Maha Pengampun. Sungguh Engkau lah sebaik-baik tempat kami kembali..
Aku juga minta maaf ya kepada semua pembaca. Mungkin pernah ada kata-kata yang tidak berkenan di hati saat membaca blog ini. Baik yang aku sengaja maupun tidak, aku mohon maaf.. :'""
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Ada dua nikmat yang manusia sering dilalaikan (rugi) di dalamnya yaitu sehat dan waktu luang (kesempatan)." (HR. Bukhari dan Ahmad dari Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma).
"Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun." (QS. Faathir: 36-37)
Sedangkan terhadap orang beriman yang kurang menghargai waktu, Allah menjelaskan, " . . . lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Munafiqun: 10-11)