Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Selasa, 16 Desember 2014

Haruskah jadi Sesakit ini, Ya Rabb?

Cukup tau. Teramat tau, bahkan. Tetapi sayangnya aku belum bisa mengerti (atau mungkin tidak akan pernah bisa mengerti). Terlebih, memahami.
Tidak kusangka cerita yang lalu ternyata menimbulkan luka yang teramat dalam hingga mungkin timbul perforasi.
Mengikis dan menggerogoti hati ini, tatkala mengingat dan menebak-nebak apa saja yang telah dilakukan dan.. Ah aku sudah tidak mampu untuk berpikir lebih jauh lagi...

Maka tatkala petunjukMu berkata demikian, Rabbi..
Aku memohon kekuatan agar dapat berpijak lebih kokoh dari sebelumnya.
Salah besar ketika aku meminta yang sempurna, atau begitu banyak kesempurnaan, tanpa ingat bahwa diri ini pun sejatinya tak mampu menjadi demikian, bahkan untuk satu sempurna saja.
Alangkah menyedihkannya ketika hal-hal semacam itu mudah sekali menjadikan tetesan air ini menghambur membasahi pipi, ya Rabb. Apalagi untuk hari ini.
Betapa memalukannya hingga seakan membuat hamba lupa dan tak sadar diri akan begitu banyaknya nikmat lain yang sudah Engkau beri.
Maka adakah yang lebih membahagiakan daripada Rahman dan RahimMu, Ya Rabb?
Maka adakah yang lebih menenangkan daripada pelukan hangat yang Engkau tawarkan ketika Aku tertatih untuk kembali ke haribaan?
Maka adakah yang lebih menyejukkan daripada luasnya ampunanMu yang tanpa batas?
Insyafkan hamba, ya Rabb. Terlebih hati ini.
Biarkan baling-baling bambu hamba yang hilang entah kemana itu kembali seperti sedia kala.
Hingga dengan baling-baling bambu itu, hamba bisa terbang bebas di angkasa.
Hamba percaya bahwa kekuatanMu melebihi segala energi yang dikumpulkan di muka bumi ini.
Maka dari itu, izinkan hamba meminta kekuatan yang sama, seperti yang pernah Engkau karuniakan kepada ibunda Siti Hajar, kepada ibunda Maryam, kepada ibunda Siti Khadijah, pun kepada seluruh ibunda di dunia ini.
Sesungguhnya hanya kepadaMulah sumber dari segala kekuatan hati..