Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Jumat, 11 Juli 2014

Kau, Palestina

Kau, Palestina
Berapa banyak air mata telah tumpah di atas bumimu di sana?
Air mata yang kelak menjadi saksi di hadapanNya
Sungguh itulah air mata peredam api neraka, tiket termahal sehingga Allah perkenankan untuk engkau masuk ke surga

Kau, Palestina
Berapa banyak nyawa yang telah terenggut syahid di sana?
Bahkan anak-anak pun tidak segan mereka sakiti dan syahidkan pula
Ah iya.. Bukankah syahid sudah menjadi cita-cita yang sungguh begitu mulia?

Kau, Palestina
Engkau sungguh sedikitpun tak pernah gentar menghadapi mereka
Walau katanya senjata mereka lebih canggih, bahkan mungkin yang tercanggih sedunia
Walau keadaanmu disana bisa berubah menjadi mencekam seketika, kapan saja
Lalu setelah itu wangi darah para syuhada tercium dimana-mana
Sebab Engkau yakin, senjatamu lebih hebat dari senjata apapun di dunia
Sebab Engkau yakin, senjatamu Al-Qur'aanul Karim bahkan bisa meruntuhkan langit negeri mereka pada saat itu juga
Sebab Engkau sungguh haqqul yakin, ada Ia yang Mahasatu, Ahad, Allahuahad

Kau, Palestina
Rasul telah bersabda bahwa, aku dan kau adalah satu
Aku dan kau layaknya sebuah bangunan yang saling mengokohkan satu sama lain, seharusnya
Sesungguhnya demi melihat Engkau di sana, betapa tidak kuasanya hati-hati kami yang ada disini
Namun maafkan kami.. Mungkin hanya sebatas ini cara kami untuk berusaha mengokohkanmu
Semoga doa kami, doa kita yang terbumbung di langit mampu untuk lebih menguatkanmu
Entah harus dengan cara apa kami berterima kasih kepada engkau, wahai jiwa-jiwa penjaga Al-Aqsa

Allah..
Kepada mereka yang mungkin makan sahur di dunia, lalu menikmati berbukanya di surga sebagai hadiah kesyahidannya
Kepada mereka, yang hafizh hafizhah kecilnya harus sudah berkutat dengan peperangan dalam usia yang masih belia
Kepada mereka, yang bahkan harus selalu dijaga oleh tentaranya tatkala mempelajari kalamMu sebab belajar Al-Quran disana tak seaman itu
Kepada mereka, yang harus selalu waspada akan keselamatan jiwa, anak, serta istrinya tapi tak pernah sedikitpun mau menyerah begitu saja
Mohon jaga selalu dimanapun keberadaannya, dalam apapun kondisinya
Mohon karuniakan ketenangan dalam setiap hati mereka
Kami sungguh percaya akan datangnya pertolonganMu, bahkan untuk sesuatu yang mungkin kami tidak dapat melihatnya sekalipun
Seperti saat ketika Engkau mendatangkan rombongan burung Ababil pembawa kerikil panas dari neraka untuk menyerang pasukan gajah yang berusaha menghancurkan Ka'bah
Seperti saat ketika Engkau kirimkan para malaikat untuk membantu pasukan kaum Muslimin dalam perang Badar, padahal saat itu perbandingan dengan musuh sungguh membuat nyali ciut tetapi Engkau menunjukkan kuasaMu, Engkau memenangkan kami
Allahuakbar
Dengan cara apapun itu, ya Rabb.. Kami tahu kuasaMu melebihi apapun, meliputi segala apapun
Kami percaya akan kehendakMu, yang sewaktu-waktu bisa mengguncangkan bumi Israel seketika hanya dengan "Kun"
Kami yakin Engkau sendirilah yang akan menjaga Masjidil 'Aqsa layaknya Engkau menjaga Ka'bah, kepemilikanMu, ya Rabb..

Kau, Palestina
Dalam setiap tetes air mata ini, dalam setiap doa yang terpanjatkan dari hati
Untuk setiap darah dan tetesan air matamu di sana
Percayalah wahai saudaraku para pejuang Al-Aqsa
Gusti Allah mboten nate sare...

PALESTINE WILL BE FREE (By Maher Zain)

Every day we tell each other
That this day will be the last
And tomorrow we can go home free
And all this will finally end
Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

No mother no father to wipe away my tears
That's why I won't cry
I feel scared but I won't show my fears
I keep my head high
Deep in my heart I never have any doubt
That Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free

I saw those rockets and bombs shining in the sky
Like drops of rain in the sun's light
Taking away everyone dear to my heart
Destroying my dreams in a blink of an eye
What happened to our human rights?
What happened to the sanctity of life?
And all those other lies?

I know that I'm only a child
But is your conscience still alive?
I will caress with my bare hands
Every precious grain of sand
Every stone and every tree
Cause no matter what they do
They can never hurt you
Cause your soul will always be free
Palestine tomorrow will be free
Palestine tomorrow will be free


Tears of Palestine...


Kids of Palestine



Let's keep du'a..

Sabtu, 05 Juli 2014

Tentang, Bagaimana Cara Meluaskan Hati

Terlalu, ya Rabb..
Terlalu sempit rasanya hati ini
Begitu sulit sepertinya bagi hamba untuk membuatnya lebih luas lagi
Hingga, sedikit saja tersakiti, akan begitu sesak terasa dalam dada ini
Hingga, sedikit saja tersakiti, memaafkan menjadi hal yang sungguh memberatkan  hati
Padahal ya Rabb.. Sesungguhnya hamba tak pantas 
Sebab hamba bukanlah siapa-siapa, dan hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun
AmpunanMu begitu luas dan tak terperi, bahkan untuk mereka yang pernah mendustai

Ajarkan kepada hamba, ya Rabb..
Tentang bagaimana cara untuk membuatnya menjadi lebih luas, seluas-luasnya
Agar ia yang bernama sabar, ikhlas, maaf, bisa benar-benar merasuk ke dalam sanubari
Supaya apapun yang terjadi padanya nanti, hamba mampu mengembalikan sepenuhnya kepadaMu
Sebab dengan begitu, beban di hati akan terkurangi, bahkan terangkat sama sekali
Karena sejatinya, diri inilah yang membuatnya merasa terbebani

Jangan Engkau lepaskan hamba, dan menyerahkan hamba kepada diri hamba sendiri, ya Rabb..
Belum lagi sebagai seorang wanita, akan ada masa-masa yang mungkin akan menjadi penguras emosi
Karena hamba tidak ingin kesempitan hati ini menjadi bumerang bagi diri
Yang akan menggerogoti, dan menjadikan hamba menjadi manusia yang tak punya hati
Dan sungguh ya Rabb, hanya kepada Engkaulah satu-satunya tempat berlari, tempat berserah diri
Atas segala kesempitan dalam hati, hamba mohon ampun, ya Ilahi Rabbi..
Paring tuntun atur tindak kula, Gusti..



07 Ramadhan 1435 H
Dalam hal yang sama, lagi..

Selasa, 01 Juli 2014

Akumulasi Dosa pada Palpebra Superior Sinistra, Ramadhan Hari Ketiga

Ahlan wa Sahlan yaa Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ramadhan.
Bulan penuh ampunan, penuh rahmat, serta bulan yang di dalamnya turun kitab suci Al-Quran, pegangan hidup seluruh ummat nabi Muhammad. Alhamdulillah wa syukurillah, segala puji bagi Engkau wahai Ilah, dzat yang Mahasempurna dan tiada duanya. Yang telah memberikan kami kesempatan serta kesehatan dan kelengkapan iman, insyaAllah, untuk bertemu kembali di bulan yang suci ini.

Hari ini sudah terhitung hari ketiga aku berpuasa hehehe, Alhamdulillah.
Dan kenapa kok judulnya begitu? Iya, soalnya aku mau cerita nih teman-teman. Tau nggak arti dari Palpebra Superior Sinistra? Palpebra= Kelopak Mata. Superior=Atas, Sinistra=Kiri. Maka arti dari palpebra superior sinistra adalah kelopak mata atas yang sebelah kiri. Dan kenapa ada akumulasi dosa disana? Begini ceritanya...

Sore tadi seusai membantu umik menyiapkan makanan untuk berbuka, aku leyeh-leyeh di kasur dan mendadak kelopak mata kiriku gatal sekali. Semakin digaruk malah semakin gatel aja rasanya =="
Lalu mendadak jeduar jeduar, ternyata muncul benjolan disana. Semakin lama rasanya ia berkembang jadi semakin besar saja. Dan sudah barang tentu, waktu adikku lewat dan melihat kelopak mata kiriku, tawanya terpingkal bukan kepalang -___-
Ya jelas saja, orang baru beberapa menit yang lalu kami bercanda dan mataku baik-baik saja. Lha kok yaa sekarang udah ada benjol sebesar kelereng di atasnya wkwkwk

Kata umikku, itu timbilen. Hmmm sepertinya akhir-akhir ini aku ndak pernah ngasih sesuatu ke seseorang lalu kuambil lagi. Tapi tapi tunggu dulu. Setelah kupikir lagi, memang aku ada niat untuk memberikan sesuatu, tapi itu belum terlaksana dan emm nggak mungkin aku ambil lagi kayaknya, karena sesuatu itu sekali pakai langsung habis. Lha tapi kan itu pun belum kejadian =="
Curigaku, sebelum leyeh-leyeh di kasur, aku tiduran di musolah rumahku. Dan belakangan diketahui kalo di musolah ada banyak semut kecil. Yaa entahlah mungkin kelopak mataku sempat digigit tanpa aku menyadarinya atau gimana. Tapi lama kelamaan, aku sadar. Entah dugaanku tentang semut itu betul atau tidak, tapi diluar itu semua, aku teringat akan sesuatu. Ya, aku diingatkan sama Allah dengan kejadian kemarin Maghrib. Aku ingat saat itu seluruh keluargaku sudah pergi ke musolah dekat rumahku untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, dan aku berangkat terakhir ke musolah. Tapi... dasar akunya yang nakal, sebelum pergi aku masih sempat-sempatnya menghidupkan televisi padahal di musolah sudah iqomah dan sebetulnya akupun sudah mengenakan mukenah. Tahu apa yang ingin aku tonton di televisi? Tayangan hafidz itulo, yang sekarang sedang in. Aaah padahal itu sudah bukan waktunya para hafidz itu mengaji, ya wis mau habis lah sebetulnya acara itu. Tapi aku masih menontonnya hingga membuat aku jadi makmum masbuq dan terlambat sholat Maghrib 2 rakaat :""

Allah, mungkin ini yang namanya pelajaran. Mungkin memang bukan acara buruk yang aku tonton, tapi sekali lagi tetap saja, itu sudah masuk waktu sholat Maghrib kan :" Dan itu artinya aku sama saja dengan menduakan Allah. Kalau bahasa Abiku, aku itu sudah syirik walau syiriknya bukan seperti orang terdahulu yang menyembah berhala. Hanya saja, sudah bukan Allah yang dinomorsatukan, karena aku lebih mendahulukan acara televisiku...

Untung saja, Allah cuma kasih benjol di satu mata. Untung saja, dikasihnya pas sekarang, bukan waktu nanti mungkin waktu hari raya (semoga tidak..aamiin T.T). Dan mungkin ini bukan hanya karena masalah yang kemarin saja, tapi bisa jadi sudah merupakan akumulasi dosa-dosa yang dilakukan oleh mata. Ibaratnya, dosa mata yang awalnya sedikit tapi makin lama makin menumpuk hingga membentuk sebuah benjolan di kelopaknya. Maka pelajaran yang bisa diambil disini adalah, jangan suka menunda, apalagi saat waktu untuk menghadap Sang Maha sudah tiba. Pun, jangan suka melihat apa yang tak patut dilihat oleh mata.

Ampuni hamba, ya Rabbi.. semoga ini mampu menggugurkan dosa-dosa mata yang bertumpuk-tumpuk itu, dan sungguh sejatinya benjolan ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan mereka yang bahkan Engkau takdirkan untuk tak dapat melihat keindahan dunia sepenuhnya..

Faghfirlana, faghfirlana.... :"(