Pagi ini aku bahagia sekali *Ouups tidaak, tidak hanya pagi ini sih, pagi-pagi kemarin pun aku bahagia kok, Alhamdulillah ya :3. Betapa tidak, baru kali ini aku benar-benar bisa menikmati fasilitas car free day yang sudah disediakan pemerintah :D dan bukan hanya itu, intinya yang jelas aku merasa pagi ini adalah pagi milikku seutuhnya :p
Berawal dari bangun pagi dan solat shubuh, mendadak setelah sholat, aku ingin pergi berolah raga. Biasa laah, sesuatu yang tidak direncanakan itu memang kebanyakan terlaksana, bukan? Dan sebaliknya hahahaa. Akhirnya ijinlah aku ke umik dan abiku. Niatnya lari pagi sih, dan cuma pergi ke perumahan di deket-deket rumah. Tapi akhirnya berubah pikiran setelah ditakut-takutin adekku kalo di perumahan itu katanya banyak cowok-cowok yang suka menggoda *padahal aku sendirian dan nggak ada yang nemenin --" dan semakin mantap untuk berubah pikiran setelah akhirnya melihat seonggok sepeda gunung (sedikit butut) milik adek, yang sebetulnya bannya kempos, tempat duduknya atos, dan remnya ndak mekan --"
Tapi karena mendadak saja aku jatuh cinta padanya, jadilah aku gowesi sepeda itu, sendirian. Sekali lagi, s-e-n-d-i-r-i-a-n :p
Iya, penekanan kata-kata sendirian itu amatlah perlu. Karena dari sanalah aku menikmati sekali kesendirianku, kesingle-anku. Wkwkwk. Rasanyaaa damaaai sekali hati ini. Pagi-pagi gowes sendiri ke alun-alun. Sampe sana iseng ikut senam gratisan dan lumayaan, menambah pembakaran kalori setelah lumayan gobyos sana gobyos sini. Belum puas dengan kegobyosan itu, berlarilah aku memutari alun-alun tapi cuma dapet 1,5 putaran karena seketika saja aku ingat bahwa aku harus pulang dengan menggowes lagi. Dan bukankah seharusnya aku mempersiapkan tenaga untuk itu? u.u
Setelah itu, akhirnya aku pulang melewati jalanan dengan persawahan yang hijaaau, pepohonan yang rimbuun, selain itu juga aku menyusuri sungai yang jerniiih *enggak deng boong mah kalo sungainya, wkwkwk. Dan kok ya takdirnya pagi ini tuh mendung, jadi akunya enggak kepanasan :3 setelah sampai di gang depan rumah, rasanya eman mau pulang. Karena matahari pun sepertinya masih enggan menampakkan diri, pun begitu dengan jalanan yang masih lumayan lengang. Akhirnya bukannya membelokkan sepeda menuju arah pulang, tapi malah terus dan mengunjungi perumahan *bukan perumahan yang awalnya aku ingin kunjungi, tapi*. Dan disanaaaa, aku pun melihat pemandangan yang hijau-hijau, bapak tani yang sedang mentraktor sawah, burung gereja beterbangan dan berkicauan dengan indahnya, udara yang sejuk, dan suasana yang mendamaikan, aaaah betapa hidup begitu indah. Maklum juga ya, perumahan dengan rumah besar-besar begitu sih biasanya individual. Jadi aku nggak melihat banyak orang yang di luar rumah. Atau mungkin karena masih pagi? Entah juga sih. Dan gara-gara ngeliat rumah bagus-bagus seperti itu, aku jadi terinspirasi lagi ingin membangun seperti apa rumahku kelak hihii. Ternyata aku senang melihat rumah dengan halamannya yang indah di depan. Kalau dulu di postinganku sebelumnya mengenai kriteria rumah, aku menyebutkan boleh ada halaman depan atau belakang, kali ini aku menginginkan dua-duanya :3
Entah kenapa, seneng aja rasanya melihat rumah bertaman. Biarlah halaman depan kelak akan aku tanami pepohonan yang indah-indah, sedangkan yang di halaman belakang atau samping rumah, (semoga) setidaknya bisa cukup untuk menjemur pakaian, untuk tempat bermain anak-anakku kelak, serta untuk aku tanami TOGA ataupun palawija :D *aamiin ya Allah, semoga*. Tak perlu pagar yang terlampau tinggi, cukup rumah dengan desain minimalis tapi sederhana, dengan mushola yang berdinding kaca, serta dapur *yang gimana caranya dibikin biar bisa pewe untuk berbagai macam eksperimen wkwk* dan dua-duanya langsung menghadap halaman belakang atau samping rumah. Juga ruang tamu serta ruang keluarga dan dapur yang lega. Aduh, ini masih bisa disebut minimalis, bukan? ._.
Ah, yang jelas, seperti apapun rumahku kelak bersama suami dan anak-anakku, aku menginginkan rumah itu adalah rumah yang mendamaikan, yang menjadi tempat paling dirindukan untuk pulang ketika segala macam hal di luar sana sudah begitu menyesakkan. Rumah yang ketika dimasuki akan membuat hati menjadi tenteram sebab dibacakan ayat suci Al-Quran setiap harinya :')
*kok jadi ngomongin rumah? --"
Yasudah lah, intinya, inilah me time ku hari ini. My real me time. Ada juga sih me time-me time ku yang lain seperti jalan-jalan di supermarket, toko kain *entah itu mau belanja beneran atau cuma windows shopping :p*, atau mungkin jahit-jahit sesuka hati *walaupun hasilnya amatiran dan nggak jelas hehehe --"*, nge browsing entah itu sesuatu yang bermanfaat ataupun tidak *don't try this at home --"*. Intinyaa, jangan takut lah pergi sendiri. Ke tempat yang aman, tentunya ya (apalagi kalo kamu perempuan)! Nikmatilah kesendirianmu. Karena setelah kamu menikah atau berkeluarga nanti, mungkin feelnya sudah beda sebab akan ada kebahagiaan lain yang mungkin berbeda dari yang bisa kamu rasakan saat masih sendiri. Bukankah setiap orang tetap membutuhkan me time nya masing-masing? :D Dan dari yang aku rasakan pagi ini, ternyata bersepeda (meskipun) sendirian di pagi hari itu menyenangkan dan merefreshkan. Apalagi untuk tipe-tipe orang seperti aku yang biasanya suka ngebut kalau lagi motoran, dan baru tadi aku paham letak BULOG Jember *yang selama ini aku pertanyakan* itu dimana -_- Juga letak Dinas Peternakan dan Perikanan dan Telkomsel *yang jelas-jelas operatorku tapiaku baru tau pabriknya. Selama ini cuma tau Graparinya*, padahal sudah sering aku melewati jalanan itu. Walaupun lah, harus ekstra hati-hati dan lumayan bikin aus sepatu gara-gara rem sepeda yang nge blong wkwk. Dan kali ini, tinggal merasakan njarem-njaremnya di kaki serta aaa gara-gara duduk di kursi sepeda yang atos, gluteusku, koksigeusku... oh noo haahahaa --" Sudahlah, yang jelas hari ini Alhamdulillah sekali :D Benar kata Sherina dalam lagunya:
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya, lebih dekat
Dan kau akan mengerti

