Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Selasa, 15 Januari 2013

Ini Peranku, Itu Peranmu. Ini Bagianku, Itu Bagianmu

Kadang kita sering iri ngeliat orang lain. Entah dari segi ininya, itunya, pokoknya adaaaaa aja kalo udah menyangkut penyakit hati yang satu ini. Padahal kita hidup di dunia ini sebenarnya sudah dijatahi 'porsi' kita masing-masing sama Allah. Ada kalanya peran kita lagi di butuhkan, tapi ada pula kala ketika peran kita nggak dibutuhkan. Dan kalo peran kita lagi dibutuhkan, itu tandanya kita mampu di bidang itu. Tandanya Allah nyuruh kita dan itu berarti kita mampu untuk itu. Maka dari itu, ketika kita kepengen memerankan peran orang lain dan mungkin nggak keturutan, berbesar hatilah karena mungkin memang bukan itu wilayah kita. Itu bukan porsi jatah kita. Dan yang terpenting, mungkin kalo kita ada di posisi itu, kita bakalan nggak lebih baik memerankannya dari pada mereka-mereka yang ada di posisi tersebut. Nah, maka dari itu, jadilah yang sebaik-baiknya pemeran ketika memang kamu sedang dibutuhkan, berikanlah yang terbaik, bersyukurlah atas apa yang Allah berikan dan jangan iri dengan peran orang lain karena belum tentu mereka nggak iri sama peran kita. Dimana porsi kita berada di situlah sesungguhnya kemampuan kita. Yuk sama-sama belajar jadi pemeran yang baik.  Nggak selamanya rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput kita sendiri. Bismillah, semangaatt selalu untuk menjadi yang lebih baik :)

Senin, 14 Januari 2013

REMED UJIAN !

huhuhuuu nilai ujian blok 3 udah keluar.. Nilaiku sebenernya nggak termasuk kategori wajib remed, tapi nilaiku ada di ambang batas banget.. Dua-duanya lagi, praktikum sama ujian tulisnya T.T


Sedihnya lagi, aku baru tau kalo ternyata nilai remed itu ada ketentuannya :

Kalo nilai hasil remedku nggak turun >  8 poin dari nilai awal, maka nilai yang diambil adalah nilai terbaik (berarti nilai awal hasil ujian, berarti tetep dapet C)

Kalo nilai hasil remedku turun > 8 poin dari nilai awal, maka nilai yang diambil adalah nilai terakhir. Itu artinya, nilaiku yang awalnya C bisa aja turun jadi D. Huuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa naudzubillah ya Allah.. T.T

Nilai tertinggi di remed itu memang tertinggi cuma 70, itu sama dengan dapet B.
Remedku memang opsional, dan ternyata ikut remed itu semacam mempertaruhkan nilai. Bisa dapet B, tetep C, atau malah D. Huhuuhuu ya Allah :"
Tapi yaudah aku juga udah terlanjur daftar. Padahal awalnya aku nggak semangat banget buat belajar lagi. Alhamdulillahnya, aku dapet info ini sebelum aku ujian... Semoga juga, aku emang nggak dikasih tau ketentuan ujian ini sama Allah sebelum aku daftar remed mungkin karena Allah nggak pengen aku galau buat nentuin ikut remed apa enggak, karna Allah pengen aku ikut remednya. Huhuhuuu ya Allah, tolong bantu aku.. Tolong tenangkan hati ini... Semoga nilaiku nggak jadi tambah jelek. Kalo  jadi D itu artinya aku harus ngulang setahun ya Allah :"(

Bismillahirrohmanirohiiimm... Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung bagiku.  AMIIINN...

Minggu, 13 Januari 2013

Kita, Termasuk Tipe Murid yang Bagaimana?

Setiap orang pasti pernah merasakan posisi menjadi seorang murid. Entah itu ketika masih sekolah, kuliah, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kita adalah murid bagi siapa saja yang mendidik dan membimbing kita menuju ke arah yang benar. Namun, sudahkah kita menjadi seorang murid yang baik?

Sore tadi, aku mampir ke tempat makan milik saudaraku yang kupanggil om, tapi sebenarnya beliau saudara jauh. Saat kami asyik bercengkrama, tiba-tiba datang segerombolan pengamen, bener-bener bikin ribut. Padahal sebelumnya juga sudah ada seorang pengamen, solo, yang memang sudah setiap hari mengamen di sana dan sering membantu jika memang diperlukan, kata omku. Dan taukah kalian, salah satu dari segerombolan pengamen yang bikin ribut itu adalah murid umikku. Penampilannya...jangan ditanya. Seperti tidak ada bekas-bekas bahwa dia pernah menjadi satu dari murid SMP Islam swasta tempat umikku mengajar. Telinga bawahnya entah kok bisa berlubang sampe-sampe cukup untuk memasukkan sebatang rokok ke dalamnya (aku tadi lihat sendiri). Tangannya juga bertato dan celananya robek-robek. Dia bertugas mengulurkan gelas aqua tempat uang ngamen, dan saat dia sampai di meja kami, dia bahkan nggak mengenali umikku yang notabene dulu pernah menjadi gurunya.

Sontak saudaraku langsung menghadapi mereka, bilang kalo memang mau ngamen boleh, tapi kalo kondisinya ada dua pengamen dalam satu tempat makan kan nggak enak juga, bikin ribut, bikin berisik, bikin nggak nyaman orang yang lagi makan, apalagi pengamen satunya cuman satu orang yang kalo dibandingin keributan yang ditimbulkan, nggak sebanding sama mereka yang gerombolan dan harusnya ngamen di pasar itu. Tapi mereka malah marah pas diperingatkan, dan pengen ngehajar si pengamen gondrong yang udah tiap hari di sana, padahal jelas-jelas pengamen gerombolan tadi baru pertama kali ngamen di tempat makan itu dan kalian tau, saat itu ternyata kondisi mereka dalam keadaan mabuk! Masalah jadi runyam, mereka tetep ngotot. Untung omku punya pegawai cowok-cowok semua, dan ada bapak-bapak yang ngebantuin belain omku.

Ya, kita emang nggak bisa ngalah kalo ngelawan orang mabok. Bahkan umikku juga bilang, mereka harus dikasih pelajaran biar tuman, biar kapok. Dan dari sini aku dapat pelajaran. Betapa ketika kita sedang berada di posisi sebagai seorang guru, ingin dan sudah memberikan yang terbaik bagi murid-murid. Namun tak selamanya mereka bisa menjadi apa yang baik pula, tak selamanya mereka bisa menjadi apa yang kita inginkan. Mungkin dalam kasus murid umikku tadi, dia terkena pergaulan yang salah, mungkin kondisi ekonomi membuat dia ingin melarikan diri, mungkin dia ingin hidup bebas, tapi kan nggak seharusnya dia lewat jalan seperti itu. Kalo memang dia sudah bisa berpikir dewasa, dia nggak akan ambil jalan itu, yang udah keliatan kalo bakalan bikin dia jauh dari Allah. Akhirnya, kita sendiri yang akan menentukan mau jadi tipe murid yang seperti apa. Naudzubillahimindzalik ya kalau yang kayak begitu. Semoga segera Allah bukakan pintu hatinya agar kembali ke jalan yang benar, dan semoga kita tidak disesatkan dalam jalan orang-orang yang dimurkai. Amiiin ya Rabb...

Rabu, 02 Januari 2013

Untukmu yang Sudah ‘SOLD OUT’

 
Sesi curhat nih :P

Entah ya.. Pertama kali ngeliat kamu, aku langsung tertarik. Kamu langsung berhasil dan semudah itu menyita perhatianku. Apa lagi setelah mendengar suaramu yang bikin aku meltingnya pake wow banget :3 . Setelah tahu namamu, aku kecewa. Kukira kau noni. Bukan apa, namun sudah menjadi titah dari ayahku untuk setidaknya, tidak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan laki-laki noni agar aku tidak jatuh cinta kepada mereka karena beliau menghendakiku untuk menikah dengan lelaki seagama. Namun ternyata aku salah. Ternyata kamu seorang muallaf :)

Apalagi setelah aku bergaul denganmu, setelah aku mengerti gambaran sifatmu dan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku semakin terkagum-kagum sama kamu. Tapi tapi tapi akhirnya aku tauuuu, kamu sudah ada yang punya :)

Kecewa memang ada, namun toh aku kan nggak bisa berbuat apa-apa. Biarlah berjalan apa adanya seperti sekarang, biarlah Tuhan yang menentukan dan waktu yang akan menjawab. Biarlah kamu dan aku berjalan di jalan masing-masing. Biarlah kamu, untuk saat ini sudah punya pendamping yang entah hanya sementara atau bahkan untuk selamanya. Biarlah waktu yang akan mengobati ketika ternyata nantinya akan ada yang hatinya tersakiti *dan itu mungkin aku :D

Biarlah.. Biarlah untuk saat ini hanya Tuhan yang tau yaaaaaa. Kita tunggu saja takdir  pasti akan berbicara ketika saatnya sudah tiba kok :)