Yeayy! Here I'm. Apa? Ada yang tanya bagaimana kabarku kah? OOhhh well,,i'm half fine *ada gitu ya? :P
Yaa jadi begini ceritanya wahai kawan-kawanku sekalian. Kemarin itu, dari tanggal 6-10 Agustus aku diospek. Ya, diospek
Sebelum tanggal itu, aku rajin googling dengan keyword 'ospek fk'lah,
'pengalaman ospek di kedokteran'lah, 'rasanya ospek di kedokteran'lah,
dan masih buanyak lagi. See? segitu khawatirnya aku buat diospek. Dan
setelah aku diospek, ternyata jeng jeng jeeeng
Tugas banyak? Pasti. Dimarah-marahin? Iyadong. Sampe nangis-nangis juga? Hmm aku sih gitu :D
Pasti bayangannya, ospek fk itu WOW banget ya? Menyedihkan, melelahkan, menyakitkan *apanee
Aku
dulu sih begitu juga. Dan saat-saat awal diospek akupun merasakannya.
Tapi, taukah kita bahwa kakak-kakak itu memberikan tugas ke kita juga
punya esensi. Agar kita kompak satu angkatan, agar kita berjiwa lebih
sosial, agar kedewasaan kita lebih matang, agar kita berani
mengungkapkan pendapat-ngomong apa yang seharusnya diomongkan,tidak
membiarkan yang benar berada di tempat yang salah dan sebaliknya-, agar
kita mulai terbiasa hidup dengan kehidupan yang jauh berbeda dari pas
jaman kita SMA dulu *walau aku masih belum sepenuhnya merasakan gimana
itu*, agar kita punya ATTITUDE yang benar-benar terjaga *we know,dokter
itu pekerjaan yang mulia. Tapi apalah artinya dokter tanpa ada bidan,
perawat, pegawai RS, apoteker, bahkan sampai bapak satpam. Apalagi,
pekerjaannya yang memang berhubungan langsung dengan pasien*, agar
kesabaran kita semakin terasah, agar kita menjadi disiplin *nggak
kebayang kan kalo dokternya telat datang, itu bisa berakibat fatal bagi
nyawa pasien*, dan masih banyak lagi 'agar-agar' lainnya :)
Segala
sesuatu itu tergantung bagaimana cara kita melihatnya, mau dari sudut
pandang yang seperti apa. Aku itu termasuk tipe orang yang gampang
kepikiran sama sesuatu yang membuat hatiku nggak sreg. Tapi tadi aku
membaca tulisan salah satu teman sejawatku *hwaaa ngomongnya uda
sejawat,,amiiinn u.u* tentang bagaimana dia merasakan ospek kemarin.
Ternyataa amat sangat berbeda dengan cara pandangku dan itu membuat aku
sadar. Ospek itu lho, tujuannya baik kan. Bukan tidak beralasan, bukan
hanya untuk main-main, tapi juga untuk membentuk karakter kita ke
depannya. Hauuhh astagfirullah. Ampun Ya Allah :(
Mungkin pemikiranku selama ini segitu ceteknya, masih nggak dewasa. Ya semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Ini baru permulaan. Baru akan memulai sebuah perjalanan panjang. Semoga aku tetap bisa konsisten menuntut ilmu. Nggak teledor lagi, nggak gampang ngentengin sesuatu lagi. Huaaaa mohon bimbing aku selalu, Rabbi :'( Engkaulah dzat yang mahahebat, segala puji hanya bagiMu, segala kesempurnaan hanyalah milikMu. Amiiiinnn u.u
Mungkin pemikiranku selama ini segitu ceteknya, masih nggak dewasa. Ya semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Ini baru permulaan. Baru akan memulai sebuah perjalanan panjang. Semoga aku tetap bisa konsisten menuntut ilmu. Nggak teledor lagi, nggak gampang ngentengin sesuatu lagi. Huaaaa mohon bimbing aku selalu, Rabbi :'( Engkaulah dzat yang mahahebat, segala puji hanya bagiMu, segala kesempurnaan hanyalah milikMu. Amiiiinnn u.u