Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Selasa, 14 Agustus 2012

OSPEK Meenn!!

Yeayy! Here I'm. Apa? Ada yang tanya bagaimana kabarku kah? OOhhh well,,i'm half fine *ada gitu ya? :P

Yaa jadi begini ceritanya wahai kawan-kawanku sekalian. Kemarin itu, dari tanggal 6-10 Agustus aku diospek. Ya, diospek Sebelum tanggal itu, aku rajin googling dengan keyword 'ospek fk'lah, 'pengalaman ospek di kedokteran'lah, 'rasanya ospek di kedokteran'lah, dan masih buanyak lagi. See? segitu khawatirnya aku buat diospek. Dan setelah aku diospek, ternyata jeng jeng jeeeng

Tugas banyak? Pasti. Dimarah-marahin? Iyadong. Sampe nangis-nangis juga? Hmm aku sih gitu :D
Pasti bayangannya, ospek fk itu WOW banget ya? Menyedihkan, melelahkan, menyakitkan *apanee
Aku dulu sih begitu juga. Dan saat-saat awal diospek akupun merasakannya. Tapi, taukah kita bahwa kakak-kakak itu memberikan tugas ke kita juga punya esensi. Agar kita kompak satu angkatan, agar kita berjiwa lebih sosial, agar kedewasaan kita lebih matang, agar kita berani mengungkapkan pendapat-ngomong apa yang seharusnya diomongkan,tidak membiarkan yang benar berada di tempat yang salah dan sebaliknya-, agar kita mulai terbiasa hidup dengan kehidupan yang jauh berbeda dari pas jaman kita SMA dulu *walau aku masih belum sepenuhnya merasakan gimana itu*, agar kita punya ATTITUDE yang benar-benar terjaga *we know,dokter itu pekerjaan yang mulia. Tapi apalah artinya dokter tanpa ada bidan, perawat, pegawai RS, apoteker, bahkan sampai bapak satpam. Apalagi, pekerjaannya yang memang berhubungan langsung dengan pasien*, agar kesabaran kita semakin terasah, agar kita menjadi disiplin *nggak kebayang kan kalo dokternya telat datang, itu bisa berakibat fatal bagi nyawa pasien*, dan masih banyak lagi 'agar-agar' lainnya :)

Segala sesuatu itu tergantung bagaimana cara kita melihatnya, mau dari sudut pandang yang seperti apa. Aku itu termasuk tipe orang yang gampang kepikiran sama sesuatu yang membuat hatiku nggak sreg. Tapi tadi aku membaca tulisan salah satu teman sejawatku *hwaaa ngomongnya uda sejawat,,amiiinn u.u* tentang bagaimana dia merasakan ospek kemarin. Ternyataa amat sangat berbeda dengan cara pandangku dan itu membuat aku sadar. Ospek itu lho, tujuannya baik kan. Bukan tidak beralasan, bukan hanya untuk main-main, tapi juga untuk membentuk karakter kita ke depannya. Hauuhh astagfirullah. Ampun Ya Allah :(
Mungkin pemikiranku selama ini segitu ceteknya, masih nggak dewasa. Ya semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Ini baru permulaan. Baru akan memulai sebuah perjalanan panjang. Semoga aku tetap bisa konsisten menuntut ilmu. Nggak teledor lagi, nggak gampang ngentengin sesuatu lagi. Huaaaa mohon bimbing aku selalu, Rabbi :'( Engkaulah dzat yang mahahebat, segala puji hanya bagiMu, segala kesempurnaan hanyalah milikMu. Amiiiinnn u.u

Tidak ada komentar:

Posting Komentar