Entah mengapa ada yang kepingannya terasa kurang.
Atau mungkin ada yang sepertinya sedang dilanda gersang, kering kerontang.
Kepada yang bernama iman, ya Rabb..
Mungkin selama ini sholat dan mengaji memang dilakukan.
Hanya saja tak diresapi dan dihayati serta diamalkan melalui perbuatan.
Sungguh, betapa menyedihkan, ya Rabb..
Sejatinya diri ini tau ya Rabb, bahwa waktu di dunia sudah berkurang sekian banyaknya.
Sejatinya diri ini mengerti ya Rabb, bahwa masa muda bukan jaminan kelak akan menggapai masa tua.
Sejatinya diri ini terlalu sering lupa ya Rabb, bahwa hidup tidak selesai bahkan setelah mati namun tetap saja melakukan banyak perbuatan dosa.
Bagaimana kelak ketika tiba hari perjumpaan denganMu ya Rabb
Bagaimana kelak ketika hamba berdiri di pengadilanMu ya Rabb
Apa yang akan hamba dengar dari tangan dan kaki ini
Apa yang akan hamba lihat tanpa bisa mengelak mulut ini
Mohon ampun atas segala bentuk kelalaian hati ini ya Rabb
Mohon ampuni diri ini, yang sejatinya tahu tapi tak pernah benar-benar memahami, mengerti tapi tak pernah mampu menguasai diri
Mohon ampuni diri ini, yang begitu sering lalai mensyukuri kehidupan yang sebentar ini :""
Mafi Qalbi Ghairullah.. Mafi Qalbi Ghairullah..
Perkenankan ya Allah, jadikanlah harapanku, tempat bergantungku hanya kepada Engkau.. bukan kepada yang lain yaa Nurul Qalbi.. :"
"Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri!
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar:53)
Penuhi jiwa ini dengan satu rindu
Rindu untuk mendapatkan rahmatMu
Meski tak layak ku harap debu cintaMu
Meski begitu hina ku bersimpuh...
Penuhi jiwa ini dengan satu rindu
Rindu untuk mendapatkan rahmatMu
Meski tak layak ku harap debu cintaMu
Meski begitu hina ku bersimpuh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar