Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Selasa, 01 Juli 2014

Akumulasi Dosa pada Palpebra Superior Sinistra, Ramadhan Hari Ketiga

Ahlan wa Sahlan yaa Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ramadhan.
Bulan penuh ampunan, penuh rahmat, serta bulan yang di dalamnya turun kitab suci Al-Quran, pegangan hidup seluruh ummat nabi Muhammad. Alhamdulillah wa syukurillah, segala puji bagi Engkau wahai Ilah, dzat yang Mahasempurna dan tiada duanya. Yang telah memberikan kami kesempatan serta kesehatan dan kelengkapan iman, insyaAllah, untuk bertemu kembali di bulan yang suci ini.

Hari ini sudah terhitung hari ketiga aku berpuasa hehehe, Alhamdulillah.
Dan kenapa kok judulnya begitu? Iya, soalnya aku mau cerita nih teman-teman. Tau nggak arti dari Palpebra Superior Sinistra? Palpebra= Kelopak Mata. Superior=Atas, Sinistra=Kiri. Maka arti dari palpebra superior sinistra adalah kelopak mata atas yang sebelah kiri. Dan kenapa ada akumulasi dosa disana? Begini ceritanya...

Sore tadi seusai membantu umik menyiapkan makanan untuk berbuka, aku leyeh-leyeh di kasur dan mendadak kelopak mata kiriku gatal sekali. Semakin digaruk malah semakin gatel aja rasanya =="
Lalu mendadak jeduar jeduar, ternyata muncul benjolan disana. Semakin lama rasanya ia berkembang jadi semakin besar saja. Dan sudah barang tentu, waktu adikku lewat dan melihat kelopak mata kiriku, tawanya terpingkal bukan kepalang -___-
Ya jelas saja, orang baru beberapa menit yang lalu kami bercanda dan mataku baik-baik saja. Lha kok yaa sekarang udah ada benjol sebesar kelereng di atasnya wkwkwk

Kata umikku, itu timbilen. Hmmm sepertinya akhir-akhir ini aku ndak pernah ngasih sesuatu ke seseorang lalu kuambil lagi. Tapi tapi tunggu dulu. Setelah kupikir lagi, memang aku ada niat untuk memberikan sesuatu, tapi itu belum terlaksana dan emm nggak mungkin aku ambil lagi kayaknya, karena sesuatu itu sekali pakai langsung habis. Lha tapi kan itu pun belum kejadian =="
Curigaku, sebelum leyeh-leyeh di kasur, aku tiduran di musolah rumahku. Dan belakangan diketahui kalo di musolah ada banyak semut kecil. Yaa entahlah mungkin kelopak mataku sempat digigit tanpa aku menyadarinya atau gimana. Tapi lama kelamaan, aku sadar. Entah dugaanku tentang semut itu betul atau tidak, tapi diluar itu semua, aku teringat akan sesuatu. Ya, aku diingatkan sama Allah dengan kejadian kemarin Maghrib. Aku ingat saat itu seluruh keluargaku sudah pergi ke musolah dekat rumahku untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, dan aku berangkat terakhir ke musolah. Tapi... dasar akunya yang nakal, sebelum pergi aku masih sempat-sempatnya menghidupkan televisi padahal di musolah sudah iqomah dan sebetulnya akupun sudah mengenakan mukenah. Tahu apa yang ingin aku tonton di televisi? Tayangan hafidz itulo, yang sekarang sedang in. Aaah padahal itu sudah bukan waktunya para hafidz itu mengaji, ya wis mau habis lah sebetulnya acara itu. Tapi aku masih menontonnya hingga membuat aku jadi makmum masbuq dan terlambat sholat Maghrib 2 rakaat :""

Allah, mungkin ini yang namanya pelajaran. Mungkin memang bukan acara buruk yang aku tonton, tapi sekali lagi tetap saja, itu sudah masuk waktu sholat Maghrib kan :" Dan itu artinya aku sama saja dengan menduakan Allah. Kalau bahasa Abiku, aku itu sudah syirik walau syiriknya bukan seperti orang terdahulu yang menyembah berhala. Hanya saja, sudah bukan Allah yang dinomorsatukan, karena aku lebih mendahulukan acara televisiku...

Untung saja, Allah cuma kasih benjol di satu mata. Untung saja, dikasihnya pas sekarang, bukan waktu nanti mungkin waktu hari raya (semoga tidak..aamiin T.T). Dan mungkin ini bukan hanya karena masalah yang kemarin saja, tapi bisa jadi sudah merupakan akumulasi dosa-dosa yang dilakukan oleh mata. Ibaratnya, dosa mata yang awalnya sedikit tapi makin lama makin menumpuk hingga membentuk sebuah benjolan di kelopaknya. Maka pelajaran yang bisa diambil disini adalah, jangan suka menunda, apalagi saat waktu untuk menghadap Sang Maha sudah tiba. Pun, jangan suka melihat apa yang tak patut dilihat oleh mata.

Ampuni hamba, ya Rabbi.. semoga ini mampu menggugurkan dosa-dosa mata yang bertumpuk-tumpuk itu, dan sungguh sejatinya benjolan ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan mereka yang bahkan Engkau takdirkan untuk tak dapat melihat keindahan dunia sepenuhnya..

Faghfirlana, faghfirlana.... :"(


Tidak ada komentar:

Posting Komentar