Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Selasa, 14 Januari 2014

Pengalaman Sirkumsisi aka Nyunat


Alhamdulillaaahh,, Alhamdulillahirobbil'alamiin puji syukur kehadirat Allah Swt. untuk nikmat yang tiada batasnya, untuk nikmat yang jikalau semua ranting jadi penanya dan lautan menjadi tintanya sekalipun tak akan sanggup untuk menuliskannya. Alhamdulillah, hari ini bertambah lagi pengalaman dalam bersirkumsisi alias menyunat alias mengkhitan. Subhanallah.. Dari beberapa baksos yang dulu pernah aku ikuti, kali inilah yang paling cetar membahana buatku wkwk :D

Hari ini, organisasiku yang punya nama IMSAC (Islamic Medical Student Association) diajak bekerjasama dengan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) cabang Jember dalam baksos yang bentuknya khitanan massal demi memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad Saw. di daerah Tanggul, Jember. Alhamdulillah aku diberi kesempatan sama Allah untuk ikut di dalamnya. Jadilah pagi-pagi tadi jam 6 kurang 10, aku berangkat meluncur kumpul di kampus dulu. Sebetulnya ketika selepas Shubuh tadi, hujan turun mengguyur. Namun sungguh Subhanallah sekali, InsyaAllah itu tak melunturkan semangat kami. Aku malah berpikirnya, hujan di pagi hari ini semoga membawa berkah untuk acara khitanan nanti. Allaahumma shoyyiban nafi'an ya Allah.. Aamiin..


Awalnya, aku mau motoran aja ke Tanggulnya. Lumayan jauh, memang. Tapi entah kenapa aku sedang ingin bermotoraaannn yang jaaaauuuuhhhh wkwk. Jadi aku bersedia buat bawa motor sendiri. Tapi ternyata eh ternyata, mobil yang tersedia cukup untuk mengangkut para akhwat dan beberapa ikhwan. Akhirnya walhasil aku ikut naik mobil. Awalnya aku rada-rada sedih gitu soalnya nggak jadi motoran. Tapiiii aku bersyukur bingit karena ternyataa capek banget pulangnya wkwkwk dasar manusia nggak tau diri, dienakin malah nggak mau .__.

Singkat cerita, sesampainya di sana kita dapet sarapan lalu langsung cus siap-siap di bed kami masing-masing. Alhamdulillah bedku total menyirkum 6 anak hari ini. Sungguh sesuatu sekali, walau memang nggak sendirian nyirkumnya (mungkin tiap bed ada sekitar 3-4 orang, dan gentian yang jadi operator dan asistennya), tapi ini bener-bener pengalaman tak terlupakan :D Dan dari sini aku punya beberapa tipe macem-macem reaksi adek-adek yang kita sunat hahaa. Cekidoottt:

1. Adek Hebat Bingit sampe Tumpeh-Tumpeh Hebatnya

Wakakakak maaf namanya alay ==" Jadi maksudnya, dari awaaall dia dianastesi (disuntik bius) sampe akhir, si adek bener-bener tenang, nggak nangis. Dia diajak buat sholawatan ya mau, baca surat ya mau (memang kalo lagi nyirkum, usahakan sambil ngajak ngobrol adeknya yaah, atau ada satu orang yang jadi bagian penenang -kalo berhasil sih, wkwk ._.-). Dan ini ada di pasien terakhir bedku, pasien koret-koret (belakang-belakang) istilahe. Tapi kasihannya, ternyata setelah diperiksa, tititnya dia pernah kena infeksi (contoh penyebabnya, mungkin dulu kebiasaan kalo habis pipis nggak dicebokin atau dicebokin tapi nggak bersih). Jadi tadi lumayan lama juga adeknya, jadi di detik-detik terakhir dia wes kayak-kayak mau nangis gitu (tapi nggak sampe nangiiisss super sekali sauudaraaa) sampe dokternya ikut turun tangan dan bed yang lain sudah pada beres-beres ==" tapi alhamdulillah everything is allright (y)

2. Adek Hebat tapi Nggak sampe Tumpeh-Tumpeh

Kalo adek yang ini, ada pada pasien pertamaku. Dia nggak nangis memang awalnya. Pinter, diajak baca sholawat sama surat-surat mau. Tapi saudara, malah ayahnya yang nggak kuat lihat titit anaknya diumek-umek (apa ya ngartiinnya? =="). Malah ayahnya yang jadi nangis aduuuhh wkwkwk. Dan pada saat itu aku membayangkan gimana ya, si bapak dulu waktu istrinya sedang melahirkan. Apa beliau juga nggak kuat dan malah nggak nemenin yaa? Hehee duuh semoga nanti suamiku ada disaat detik-detik perjuanganku melahirkan anak kami *Hllooooohhhhh ngelantuurr ngelantur ayo mbalik! -_-*
Tapi tapi tapi, akhirnya di detik-detik terakhir, pertahanan si adek runtuh juga. Dia nangis tapi nggak sampe jerit-jerit kok.

3. Adek Mainstream

Untuk adek yang satu ini, dia yaa kayak yang anak-anak biasanya lah. Pas awal sampe akhir dia nangis, dari awal juga udah nggak bisa diajak komunikasi, nggak bisa ditenangin dan diajak baca doa-doa (dan disinilah saat dimana seorang peneneng gagal menjalankan tugasnya .-.). Dan bersyukurlah ketika disana si adek didampingi kedua orangtuanya, maka kamu bisa fokus cuma sama tititnya.  Oh ya, adek mainstream ini terbagi lagi atas dua tipe. Yang pertama, dia datar-datar aja nangisnya dan yang kedua, dia sampe jerit-jerit gitu deh. Dan keadaan yang seperti itu akan diperparah lagi dengan kondisi pengantar yang nggak bisa menenangkan anaknya. Nggak paham prosedur dunia persunatan dan bisanya cuma ngomel dan ngeluhin ke para operator "Kenapa kok lama banget, nggak tau anaknya udah kesakitan begini apa?" *Bapak, kami juga sebenernnya mau ini cepet selesai, Pak ==" *

4. Adek PHP dan Antimainstream Si Penguras Tenaga

Untuk adek yang satu inii bener-bener Subhanallah sekali. WUOOW banget lah pokoe. Awalnya waktu ditidurkan, memang dia nggak nangis, teman. Tapi baru dibersihkan aja dia sudah mewek. Dan nggak sampe di sana, intensitas menangisnya lama-lama semakin kencang dan semakin tinggi. Dan nggak cuma itu aja, kaki sama tangannya juga ikutan maen. Kakinya seruduk sana seruduk sini dan tangannya berusaha buat mencekal tangan operator. Sampe handskun dipegang, sampe badannya guling sana guling sini, sampe kayak orang melahirkan itu wes, yang kayak posisi mau duduk, trus tidur lagi, sampe kepalanya kejedot tembok di belakangnya cobak. Huaaahhh benar-benar menguras tenaga sekalii, saudara. Padahal sudah dipegangin sama lima orang juga. Dan kondisi anak yang kayak gini yang makin bikin tambah lama proses sirkumnya. Susah bangeet mau masukin jarum waktu mau hecting (menjahit) gara-gara kaki anaknya heboh nggak bisa diam. Dan semakin lama proses sirkum, akan makin banyak perdarahannya (bleeding) dan makin sakit jadinya karena lidokain (bius) yang kita kasih kan juga ada masa kerjanya. Belum lagii ditambah sama pengantar yang sibuk dengan hpnya, niatnya sih mau fotoin proses sirkum anaknya sepertinya. Belum lagi ditambah dengan kondisimu sendiri yang kesusahan mau hecting sambil berusaha menghentikan perdarahan, sambil melawan tenaga si anak yang mendadak berubah kayak supermen. Anak kayak gini mau dibilangin apa juga wes nggak bakalan masuk ke telinganya heuuu.. Dan gara-gara adek ini juga tadi aku mengalami hal yang memalukaaaannn.. Jadi ceritanya kan aku tuh kalo pake jilbab, di dalemnya kukasih daleman ya biar nggak merosot jilbabnya. Nah ceritanya, di daleman jilbab yang aku pake kan memang ada lubang tempat untuk rambut too.. Lhaa jadi gara-gara sibuk menenangkan si adek tadi, jilbab dan bajuku di tarik-tarik nggak karuan, akhirnya sampai membuat daleman jilbabku yang berwarna krem itu merosot ke bawah. Dan yang memalukan adalah, sama para ikhwan dikiranya itu celana dalam pasien sirkum yang jatuh. Untungnyaa, nggak mereka kasihkan ke para adek itu. Pantes ajaaa tak pegang-pegang kepalaku kok daleman jilbabku nggak ada. Eh ternyataaa ==" aaaaa aku maluu sekali -_-

Tadi termasuk lumayan cepet lah alhamduliillaahh, dari jam 08.00-11.00. Setelah ituu ternyata nggak langsung pulang tapi masih diajak ke Patemon duluuu hihihii asik asik. Patemon itu smacam waterboom gitu. Lumayaan lah disana sempet naik wahana bebek air walaupun nggak bisa berenang karena memang nggak bawa baju renang dan helloooo plis masa iya mau berenang sama para ikhwan gitu .-. *tapi ikhwannya juga nggak ada yang berenang kayakya* Lagian juga ini hari libur dan tadi kolam renang penuh sekaliiii..

Begitulah cerita hari ini. Subhanallah sekalii terimakasih banyak ya Rabbii untuk hari ini. Rasanya kayak besok nggak remidi aja -_- Semoga remidi besok berjalan lancar dan dapet nilai baik aamiin u,u

*Semoga cepat sembuh yaa adek-adek yang ganteng ({}) *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar