"Mbak Izza Mbak, kalo ada pilihan jomblo atau LDR, mbak bakalan pilih yang mana?"
Ahahahaaaa itu tadi pertanyaan dari seorang adik tingkat laki-laki kepadaku (panggil saja si A), saat menjaga meja registrasi di lomba debat bahasa Inggris tadi. Lebih tepatnya, dia mencari 'bolo' (teman) untuk mendukung pendapatnya, sebab sebelumnya dia telah mengadakan sebuah perdebatan dengan teman wanitanya (panggil saja si B), yang jelas-jelas mereka berdebat di sebelahku tapi aku emang nggak terlalu memperhatikan sih tadi, dan tiba-tiba aku ditodong dengan pernyataan seperti itu. Huahahahahaa langsung saja kujawab "JOMBLO!!" Emm single sih lebih tepatnya bwakakakakak
"Lhoo kaaann Mbak Izza aja pilih JOMBLO! &^&*&&E*&^%$$$##@)(&#$#%@ (entah mereka melanjutkan dengan perdebatan macam apa lagi, yang jelas satu statement dari si B yang aku dengar tadi gini.....)
"Halaah itukan alasannya orang jomblo ajaa" (Maksudnya dia bilang ke si A)
FYI: si B ini memang termasuk golongan pasangan yang LDR sedangkan si A masih jomblohh
FYI: si B ini memang termasuk golongan pasangan yang LDR sedangkan si A masih jomblohh
Lalu aku mencoba menengahi "Lhoo, Dek, bukan masalah jomblo atau singlenya, tapi memang masih belum saatnya Dek"
Sebetulnya aku mau melanjutkan lagi kata-kataku, tapi aku keburu males hahahaa :p
Maksudku, yang mau aku katakan tadi, bukan hanya 'sekedar' jomblo atau single, entah menurut orang banyak lebih bermartabat single daripada jomblo, yang jelas mereka sama-sama sendirian kaan.. Tapi juga memang pacaran itu enggak boleh, walaupun konteksnya LDR, berjauh-jauhan. Secara pacaran itu nggak ada di Al-Qur'an dan secara jugaaa walaupun namanya LONG DISTANCE RELATIONSHIP, tetep aja ada kata-kata yang belum seharusnya diucapkan, ada pertemuan-pertemuan yang pasti dinantikan dan pasti dalam pertemuan itu akan ada hal-hal lain yang terjadi, yaaa walaupun bilangnya hanya 'sekedar' pertemuan.
Ah pokoe kalo ngomongin itu nggak bakalan ada habisnya, akan ada statement A dan akan selalu ada alasan B untuk membantah statement A tersebut hahahaa
Untuk kamu, yang belum pernah pacaran (dan semoga bukan pacaran yang jadi jalan pilihanmu, tapi MENIKAH), kamu kepengen ngerasain pacaran? Kamu nyesel nggak pernah pacaran? Kalo menurutku, nggakpapa kok kalo mau ngerasain yang namanya pacaran, tapi entar ya setelah menikah. Hahaha yaa, pacaran setelah menikah. Mungkin terkesan menggurui, mungkin terkesan sok mengetahui padahal aku pun belum pernah merasakan dan mengalami. Ah tapi memang itulah jalan yang benar. Sudahlah, mari kita ikuti saja jalan yang benar, yang Allah jelas-jelas meridhoinya. Janganlah kita mendekati zina dan sesungguhnya pacaran itu pintu dari perzinahan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar