Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Kamis, 27 Februari 2014

6am 20 Tahun Silam, 15 Ramadhan 1415 H

Seperti apa rasanya orang melahirkan? Aku pun belum tahu. Sakit, katanya. Sakit sekali. Apalagi untuk Umik yang saat itu harus sampai dua kali menerima suntikan obat perangsang sebab Umik tak merasakan mulas padahal aku sudah waktunya dikeluarkan. Sakitnya, sungguh luar biasa berkali-kali lipatnya. Bahkan kata ibu bidan yang belakangan aku tahu namanya Hj. Endang, kalau pukul 06.00 aku belum juga bisa dikeluarkan, umik harus menjalani operasi. Abi sudah mulai panas dingin. Satu sisi Ia ingin mengurangi sakit sang istri tercinta, disisi lain Ia ingin segera melihat anaknya terlahir ke dunia. Tapi yang perlu dicatat disini, kami bukan termasuk keluarga yang berada..

Abi sudah berkata kepada ibu bidan bahwa Abi percaya kepadanya, ialah yang ahli dalam bidangnya. Dalam arti lain, Abi memohon agar jangan sampai kami berdua dilarikan ke rumah sakit. Syukurlah pertolongan Allah selalu datang tepat pada waktunya. Sebelum pukul 06.00 pagi itu, terlahirlah aku ke dunia. Dan.. Ujian mereka tidak berhenti sampai disitu. Ternyata anak pertama yang diharapkan kehadirannya itu bahkan tidak menangis waktu keluar hari rahim ibunya. Semua orang tercengang, sedang Umikku sudah pingsan karena letih. Dan Abilah yang pertama kali tersadar. "Lho Bu, ini apa tindakannya setelah ini??"
Kurang lebih seperti itulah apa yang diungkapkan. Baru setelah itu mereka sadar dan mengambil suatu alat yang dimasukkan ke dalam mulutku untuk menyedot air ketuban yang kutelan. 'Grok grok grok' begitulah suaranya kata Abi. Dan Allahuakbar! Setelah itu akupun menangis dan sesegera mungkin Abi melantunkan adzan di telinga merahku :" 


Begitulah, kurang lebih kisahnya yang pernah Abi dan Umik ceritakan. Mengenai proses kelahiranku yang benar-benar menguras batin dan raga. Dan kini aku sudah menginjak kepala dua. Semakin berumur saja, semakin bertambah banyak saja dosa yang aku lakukan..
Allahurobbi, di umur yang semakin berkurang jatahnya ini, aku mohon keselamatan, aku mohon perlindungan, kekuatan, dan keberkahan, aku mohon untuk selalu diingatkan, dalam hal apapun ya Rabb. Ingatkan aku untuk selalu meniatkan segala sesuatu hanya atas nama Engkau, ingatkan aku agar cukup Engkau saja alasan tertinggi aku berbuat dalam hidup ini. Agar aku tak pernah merasa kecewa atas manusia, agar aku selalu bersandar kepada Engkau bukan kepada makhluk ciptaanMu.


Aku mohon sampaikanlah diri ini ke tanah suci ya Rabb, ke BaitullahMu, bersama kedua orang tuaku, bersama seluruh keluargaku, bersama suami dan anak-anakku kelak. Aku mohon ambil nyawa ini ketika aku sedang bermesraan denganMu, aku mohon akhirkan hidup ini dengan akhir yang baik sebab aku ingin bersua denganMu dalam keadaan yang baik, sebab aku telah Engkau ciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya serta tujuan yang baik pula. Aku mohon kesehatan, kekuatan, untukku dan seluruh orang yang aku cintai. Aku mohon kemampuan untuk melaksanakan amanah-amanah di dunia, sehingga aku tidak membawa tanggungan kelak ketika aku menghadapMu. Aku mohon perlindunganMu ya Rabb.. Buat hati ini selalu berserah dan mengembalikan semuanya kepada Engkau. Aamiin aamiin yaa Mujiibassailiin..

Terima kasih untuk anugerah kehidupan, serta orang-orang terbaik yang Engkau kirimkan dalam duniaku. Mereka yang menyayangiku, mereka yang tak pernah bosan mengingatkanku, yang meluruskan jalanku, yang mengajakku menuju kepadaMu, tentu itu semua tidak lepas dari campur tanganMu. Terima kasih ya Rabb terima kasih.. Sungguh tiada terkira nikmat itu, yang seandainya saja seluruh ranting dijadikan penanya dan semua lautan dijadikan tintanya, tetap tidak akan sanggup untuk menghitung semua nikmat yang Engkau berikan. Allah, sungguh aku bukan apa-apa tanpaMu..

27 Rabiul Tsani 1435 H
Dengan penuh cinta, Izza 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar