Selamat Datang

Monggoo dipun aturiiii :))

Jumat, 07 Februari 2014

Belajar Mencintai Proses

Proses. Ya, itu dia. Segala sesuatu yang berujung itu pasti harus melalui sebuah jalan panjang yang bernama proses. Entah itu sesuatu yang baik ataukah sesuatu yang buruk sekalipun. Tapi ketika kita sudah sampai dalam pencapaian kita, pasti akan muncul lagi banyak pencapaian-pencapaian yang ingin digapai. Karena memang pada dasarnya manusia diciptakan tidak pernah puas dengan apa yang ia dapat. Karena pada dasarnya memang manusia butuh yang namanya inovasi. Inovasi hidup, terutama. Nggak cuma stuck di satu titik kehidupan yang itu-itu aja. Dan akhirnya, lagi-lagi kita harus melalui jalan panjang yang bernama proses itu. Intine, sesungguhnya satu pencapaian yang berhasil kita gapai sebenarnya merupakan proses juga untuk menuju pencapaian yang berikutnya.

Proses. Ya, itu dia. Tak jarang dia amat sangat melelahkan. Bukan hanya raga ini yang dibuat lelah, tapi batin juga. Tak jarang ia dipenuhi dengan deraian air mata, walau sesekali tawa berderai turut menyapa. Entah itu tawa bahagia atau tawa yang sebaliknya. Tak jarang ia juga disertai dengan olokan, kritikan, pengharapan, kebingungan, kemarahan, kemunafikan, keterkejutan, kekecewaan, dan kawan-kawannya.

Proses. Ya, itu dia. Mungkin Engkau pernah merasa tak sanggup untuk melanjutkan perjalanan panjang itu. Mungkin Engkau sudah terlalu letih terombang-ambing dan ingin menyudahi saja jalan yang panjang ini. Mungkin.. Engkau pernah menyerah, mungkin Engkau pernah mengangkat tangan dan mengibarkan bendera putih tanpa merah. Yang artinya, I GIVE UP :"(

Proses. Ya, itu dia. Apapun yang Kau temukan di dalamnya, Kau harus tetap menghadapinya. Jangan bergerak mundur, apalagi memutar arah padahal ujung penantianmu sudah di depan mata. Padahal sebuah keinginan pencapaianmu itu bukan hanya untuk kebaikanmu semata, tapi untuk kebaikan ummat juga. Engkau tahu? Kelak ketika Kau sudah sampai dalam sebuah goalmu, Kau pasti akan merindukan ia yang bernama proses itu. Sebuah perjalanan panjang itu, sekalipun Engkau pernah harus melewatinya dengan deraian air mata bahkan langkah kaki yang terseok-seok. Sekalipun Engkau pernah harus melewatinya dengan jatuh bangun yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan, ketika Engkau sudah sampai dalam pencapaianmu, seketika sirnalah rasa sakitmu. Hanya syukur tak terkira yang Engkau panjatkan atas ribuan air mata dan luka yang menghampiri prosesmu itu.

Proses. Ya, itu dia. Jangan Kau kira Allah tak menilainya. Allah tau, Engkau pernah berkali-kali terjatuh ke dalam lubang di perjalanan panjangmu. Allah dengar, telah berjuta kali Engkau mengadu. Allah paham, apa yang Engkau rasakan saat itu. Mungkin memang ada kalanya pencapaian yang Kau tuju itu tidak Engkau dapatkan. Ada rasa sedih, marah, ataupun kecewa, memang. Namun itu yang IA inginkan untukmu. Itu yang paling baik yang IA persembahkan demi kebaikanmu. Itulah kala ketika IA berkata, "Jangan" atau "Belum saatnya, hambaKU", atau mungkin "Ada yang lebih baik yang sudah AKU persiapkan untukmu"

Jangan patah dalam perjalanan panjangmu. Allah senang kepada hambaNya, kepada Engkau yang selalu mengembalikan segala urusanmu padaNya. Semoga kelak surga yang menjadi balasan terindah dariNya. Aamiin..

Yaa Rabbi.. Mohon kuatkan hati ini.. Mohon kuatkan aku.. :""

Tidak ada komentar:

Posting Komentar