Siang ini seusai shalat dzuhur di musholah kampus, aku sedang duduk-duduk santai dengan seorang akhwat yang dekat denganku. Sambil cerita ngalor ngidul, eh nggak ngalor ngidul juga siih. Tapi bisa dikatakan diskusi agama sambil bercerita gitu deh. Dan pada suatu detik ketika dia buka fb lewat hp dan menemukan ini, aku pun ikut membacanya..................
Paham tidak, itu gambar apa? Aku mendapatkan artikel itu dari fan page fb milik DPU Daarut Tauhid disini. Intinya, foto itu diambil dengan kamera pendeteksi panas tubuh. Dan dua orang yang ada di sana adalah pasangan yang entah pacaran atau sedang tunangan, yang jelas intinya, ceritanya dua orang itu bukan mahram. Daaan, lihatlah apa yang terjadi, ketika mereka pegangan tangan, saling memandang.........
"Kajian menunjukkan bagian berwarna merah adalah peningkatan suhu yang tinggi di kawasan tersebut. Jadi berpegangan tangan, jantung seorang perempuan akan berdegup kencang karena cinta dan kasih sayang. Sedangkan lelaki berdegup di otak dan kemaluan kerana nafsu semata-mata"
Maka inilah satu dari sekian banyak alasan Islam melarang untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan mahram, berpandang-pandangan, apalagi yang lebih dari itu. Sekalipun statusnya tunangan, toh juga masih belum halalan thoyyiban kan?? Tolong ya, akad aja belum. Jadi perempuan juga plis jangan mau digrepe-grepe! Laki-laki (yang notabene MASIH berstatus) tunanganmu itu saja belum melafalkan perjanjian yang agung dengan Allah dalam akad itu, yang dinamakan MITSAQAN GHALIDZA. Yaitu perjanjian yang agung, peralihan untuk menanggung jawabi kamu dari orang tuamu kepada dirinya.
Dan mengutip apa kata ust. Salim A. Fillah dalam bedah buku 'Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan', bahwa beliau tidak ingin menunda terlalu lama waktu antara pengkhitbahan dan pernikahan itu sendiri. Karena beliau takut tergoda oleh dua macam godaan dari arah kanan dan kiri.
Kanan: Takut menemukan atau 'melihat' sosok lain yang 'dirasa' lebih baik dari perempuan yang telah dikhitbahnya, atau dari laki-laki yang telah mengkhitbahnya
Kiri: Takut tergoda untuk melakukan maksiyat dengan yang dikhitbah / yang mengkhitbah, padahal jelas-jelas status masih BELUM HALAL!
Ah, aku jadi emosi sendiri seusai melihat gambar dan membaca artikel itu. Sungguh, seketika muncullah sebuah pertanyaan yang teramat, terlampau, dan terlalu besar dalam benakku: "Sebegitu rendah dan pemuas nafsunya kah perempuan di mata laki-laki?"
Sungguh tidak adil rasanya jika ia memberikan rasa kasih dan sayangnya, yang benar-benar tulus datang dari hati tapi hanya dibalas dengan nafsu belaka dari para laki-laki yang ah entahlah. Mendadak aku jadi krisis kepercayaan terhadap para lelaki, kecuali Rasul dan abiku tentunya. Hahahah -_-
Nah kalau menikah? Niat menikahnya diniatkan sebagai apa dong? Jangan-jangan hanya sebagai pemuas nafsu belaka yang akan dibuang ketika sudah mendapatkan apa yang diinginkannya??? Lalu kapankah waktu yang BENAR untuk kita sebagai perempuan, BISA percaya terhadap laki-laki? Hahahah bukankah laki-laki itu yang dipegang adalah omongannya? Perkataannya? Janji-janjinya?
Hahaha mungkin akunya yang terlalu berfikir negatif dan terlampau jauh? Tapi benar-benar ini menjadi pertanyaan besar untukku. Benarkah apa kata pepatah yang mengatakan bahwa semua laki-laki itu sama? Sama apanya? Sama..... ah entahlah. Aku bukan laki-laki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar