Wuwuwuwuu sepanjang mata memandang, kok isinya sarang laba-laba semua yah? Wkwkwkwk ternyata sudah terlalu lama ditinggalkan ya blog ini hehehee hampir setengah tahun nggak nulis ternyata :') . Okee kali ini mau bersih2 dulu deh sambil cari inspirasi *ambil sapu dan pel-pelan
*Tarik nafas dalam-dalam. Yak! Entah kenapa kali ini ingin membicarakan sebuah kata yang dinamakan 'menjaga'. Menjaga apa nih? Menjaga diri, jaga hati, dan jaga iman. Sesuatu yang mudah diucapkan tapi sungguh sulit untuk dilaksanakan. Sebab segala macam jenis godaan datang silih berganti hanya untuk satu tujuan yang sama: MENGGOYAHKAN. Ah, memang kadar keimanan seseorang itu naik turun adanya. Dan setiap orang akan memiliki persoalan dengan keimanannya masing-masing. Apalagi ketika merasa sedang jauh (dan biasanya, kalo dikasih musibah baru deh mendekat lagi. Sedang kalo udah dikasih nikmat jadi lupa lagi deh. Ah!). Entahlah, tapi buat aku pribadi, aku merasa masih saja sering luput dalam menjaga yang tiga itu. Apalagi, niat menjaganya karena apa. Karena siapa. Sering aku salah menempatkan niatku yang masih berorientasi kepada manusia. Padahal sudah tau sendiri, kalo siapapun itu, manusia yang bahkan paling dekat sekalipun dengan kita pasti punya potensi besar untuk menyakiti, membuat kecewa, dan segalanya yang sedih-sedih. Dan seharusnya niat dalam menjaga itu bukan demi manusia, melainkan hanya demi Allah semata. Karena, jangankan mau bikin yang sedih-sedih, Allah aja tidak punya niatan sedikit pun untuk mengecewakan, apalagi mencelakakan hambaNya. Dan bahwa Ia yang Maha Sempurna, makanya Ia tidak akan pernah melakukan sedikitpun kesalahan dalam memperlakukan hambaNya. Maksudku, kalo memang seseorang yang dekat dengan kita itu pernah membuat kecewa padahal dia tidak bermaksud dan berniatan untuk itu, maka akan lain dengan Allah. Karena Beliau itu Maha Sempurna, sesungguhnya Allah lah yang sangat tau dan memahami siapa diri kita sebenarnya, melebihi kita memahami diri kita sendiri, apalagi orang lain yang 'kelihatannya' memahami kita.
Yah, kembali lagi. Kalo memang menjaga itu, niatnya bukan demi manusia tapi hanya demi Allah saja. Kalopun hal ini diterapkan dalam konteks menjaga untuk jodoh di masa datang, maka jagalah diri, hati, dan imanmu demi Allah, untuk jodoh terbaik siapapun kelak yang sudah Allah siapkan untukmu. Karena, kalo kamu disini berusaha memperbaiki diri, insyaAllah jodohmu disana juga demikian. Sebab Allah sudah berjanji bahwa laki-laki yang baik adalah utnuk perempuan yang baik, perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya. Maka semoga Allah karuniakan kita kekuatan dan penjagaan dalam keistiqomahan dalam menjaga apa-apa yang seharusnya dijaga, hingga akhir hayat kita nanti, dengan niatan yang memang hanya dipersembahkan untuk Allah semata. Sebab kemampuan manusia hanya sebatas mengikhtiarkan dan memohon semaksimal mungkin, sedang penentuan akhirnya hanyalah hak prerogatif Allah saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar